1. Pelapukan
Pelapukan benda-benda di bumi dapat di sebabkan oleh iklim. Batuan penyusun kerak bumi, karena pengaruh suhu, hujan, dan kelembapan yang sangat lama, dapat terurai atau melapuk menjadi butiran-butiran yang lebih kecil. Butiran kecil itulah yang disebut tanah .
Pelapukan juga dapat disebabkan angin. Angin padag pasir dapat menebarkan butiran pesir dan membenturkannya ke batuan yang besar. Makin lama makin terbentuk tugu-tugu berukuran besar. Pada saat dapat kekuatan angin berkurang. Sebagian pasir rontok dan menghasilkan gundukan pasir. Pasir pada gundukan itu akhirnya tertiup ke daratan subur dan menutupinya. Akibat kawasan gurun lebih luas.
2. Pemanasan Global
Karbon ( C ) adalah unsur yang tedapat pada semua makhluk hidup. Jasd-jasad makhluk hidup yang terkubur di perut bumi juga mengandung Karbon. Karbon yang ada di atmosfer jika bersenyawa dengan Oksigen ( O ) akan berbentuk Kabondioksida. Kemajuan teknologi, yang di tandai dengan pemakaian bahan bakar dari fosil, meningkatkan kandungan Karbondioksida di atmosfer.
Adanya pemanasan global dapat mencairkan tudung es di kutub bumi. Akibatnya permukaan air laut akan naik. Sering banjir merupakan indikasi terjadinya kenaikan air laut. Menurut perkiraan, jika suhu rata-rata bumi naik lebih tinggi dari dari normal dapat menyebabkan permukaan air laut naik hingga 50 meter.
3. Usaha Menjaga Lingkungan
Kamu sudah mengetahui bahwa proses pengalian Karbon ke atmosfer menimbulkan gangguan. Kamu juga sudah mengetahui bahwa dalam proses fotosintetis, tumbuhan memerlukan senyawa Karbon. Hasil fotosintetis itu adalah oksigen yang sangat bermanfaat. Berdasarkan hal tersebut, maka para pengamat lingkungan menyarankan banyak di giatkan penanaman tumbuhan. Harapannya, makin banyak pohon makin banyak senyawa Karbon yang diubah menjadi oksigen.
Para pengamat lingkungan juga menyarankan mengurangi penggunaan Freon. Selain itu penggunaan bahan bakar fosil perlu di hemat lagi dan di gantintikan sumber anegi alternatif baru.